JIFUKU – Japan Indonesia Fusion Kultur 2014

JIFUKU – Japan-Indonesian Fushion Kultur.
2 November 2014
Balairung, Universitas PGRI Semarang.

by: Tom

Minggu pertama dibulan November ini ada banyak event yg diadakan di beberapa kota besar. Saya memilih untuk mendatangi satu event yg diselenggarakan pada awal bulan itu. Kota Semarang, menjadi tujuan saya kali ini. JIFUKU, mengusung paduan tema Indonesia dan Jepang, Jifuku cukup sukses membuat Balairung Universitas PGRI Semarang ramai riuh para penggemar budaya pop jepang dan budaya local ini.

Ada cerita yang menarik ketika saya memutuskan untuk mendatangi event JIFUKU ini, saya hanya membutuhkan satu jam untuk memutuskan untuk mendatangi event ini yang ketika itu bener-bener NO REASON, this is true, hanya dipanas-panasi oleh kedua rekan saya asal Jogja yg Cuma bilang “ayo main ke Jogja” dan selanjutnya kawan yang saya temui di Jogja, yaitu Awal Kaz, yang nantinya dia pergi ke JIFUKU ternyata adalah MC nya XD Kemudian tak habis disitu saja, salah satu special performance pengisi acaranya teryata adalah kawanku juga REYRA. Dunia ini sempit!

Pemilihan venue di Balairung, Universitas PGRI Semarang ini saya rasa cukup tepat sebagai lokasi diselenggarakannya event fusion ini, hall yang sangat luas dengan AC yg bisa meng-cover seluruh bagian ruangan ketika dalam kapasitas penuh orang, ini jarang saya temui dievent-event yang pernah datangi.

Disini saya tak mau berlama-lama menceritakan perjalanan panjang dan sikat ala Time Traveller, namun yang pasti timeline nya seperti ini:  Jumat 31 Oktober saya pergi ke Surabaya dari Malang, dengan pertimbangan keberangkatan dari Surabaya-Jogja esok harinya ditempuh pada pagi hari. Sabtu 1 November  dari Surabaya saya berangkat pukul 9 pagi menuju Jogjakarta, untuk menemui teman dan sekaligus mampir ke sebuah event dengan cc Pinky Luxun sebagai guest starnya, tapi itu semua durasinya Cuma sejam, iya sejam aku di Jogja, langsung menuju terminal Jombor untuk naik bis patas menuju kota Semarang.  Saya sebagai warga Jawa Timur, mungkin perlu saya informasikan kepada seluruh warga Jatim ya, dari Jogja menuju kota Semarang itu gak semudah dari Malang menuju Surabaya, walaupun kota-kota ini adalah kota besar. 2013 Kereta Api dari Jogja menuju Semarang malah dihapus oleh pemerintah dengan alasan kalah saing dengan moda transportasi lainnya, ayolah… Saya sangat berharap trayek kereta api ini kembali dihidupkan. Karena menurut hemat saya, jalur darat aspal, sudah cukup padat dan kurangnya jalur alternative yang tersedia disini. Sekali saya pernah bertanya ke Awal Kaz, “dari Jogja ke Semarang bisa naik pesawat gak sih?” – dikiranya pertanyaan ini bercanda xD.

Sesampainya di kota Semarang, saya dalam keadaan setengah teller karena nahan mabuk darat. Turun naik bis, kami melanjutkan dengan menggunakan angkot, kemudian turun disebuah minimarket yang ternyata ada 2 orang kawan yg sudah menunggu kedatangan kami di Semarang, kami langsung menuju ke venue acara malam itu, untuk melihat persiapan panitia dan sekaligus briefing ke MC. Sebenernya tujuan utama sih nunggu tuan rumah yg sebelumnya menjadi juri di event jogja yg ada cc Pinky nya tadi hehe… yak numpang nginep~
Sekitar pukul setengah satu dini hari, kami bergerak menuju kediaman Om Martin & Tante Nao, saya mengenal keduanya sudah sejak 2010, dari tahun 2010 sampai 2014 ini ketika ada event di Semarang, rasanya saya sering mem-PHP Om Martin “iya besok kalo dateng ke event saya nanti mampir kok” ternyata realisasinya diakhir tahun 2014 ini hehe.. Yaa namanya juga belum sempet .__.

Yap, tibalah hari diselenggarakan event JIFUKU ini, minggu 2 November 2014. Dari kediaman Om Martin & Tante Nao, saya dijemput oleh salah satu panitia penyelenggara, Shane namanya. Setibanya di venue acara saya langsung menuju salah satu ruangan transit pengisi acara, terlihat disana beberapa panitia sedang mempersiapkan diri. Acara dimulai sekitar pukul 10:00 pagi, pada jam-jam pertama pengunjung pun sudah terlihat banyak yang datang. Venue acara yg disebut Balairung ini dibagi menjadi 2 lantai, lantai bawah khusus tempat makan dan semua makanan disini enak-enak, sushi, bento, takoyaki, semuanya ada. Tempat parkiran pun disulap jadi showroom temen-temen dari Itasha Indonesia, komunitas kendaraan yg stripingnya bertemakan anime.

Lantai atasnya merupakan lokasi utama acara diselenggarakan, panggung utama yang megah beserta bantuan sorot lighting yang epic sangat membatu semua perform yg ditampilkan, satu hal yang perlu dicatat, AC disini bisa mengcover seluruh sudut tempat walaupun tempat sedang banyak-banyaknya umat manusia disana, keren banget.

Pada performance pembuka, ditampilkan tarian dari Jepang yg disebut “Soranboshi”, tarian ini menggambarkan tentang semangat petani dan nelayan disana yang penuh semangat dalam mencari mata pencahariannya. Tarian ini dibawakan oleh grup Hikari dari UDINUS.

Ada hal yang unik dalam perkembangan budaya pop Jepang didaerah Jawa Tengah ini, disini bidang music dan fashion cukup berkembang. Para peserta karaoke disini harusnya kapan-kapan cobain ikut kompetisi di Surabaya pasti keren. Tidak lupa band peserta maupun guest star, semuanya memiliki ciri khas sendiri. Konsep yg ditawarkan JIFUKU dalam kompetisi band itu seperti ini, setiap peserta band wajib membawakan 2 lagu, 1 lagu daerah dan 1 lagu berbahasa jepang dan hasilnya waw, ada yang membawakan lagu dari Sumatera Utara, Jawa dan lain sebagainya, bahkan guest star si REYRA membawakan lagu berbahasa jawa dengan judul “Prahu Layar” dengan aransemen baru, ciamik!

watch her perform here :

 

REYRA 3
photo by : Dhiyak Al Hasyim

Foto berikut merupakan salah satu sentuhan unsur budaya lokal yang ada pada rangkaian acara JIFUKU ini.

Disela-sela pertunjukkan panggung, juga terdapat games seru buat pengunjung, yaitu lomba makan xD masih dalam konsep perpaduan budaya, lomba makannya pun unik, lomba makan pecel dan takoyaki. Kayaknya kemarin yang juara 1 lomba makan takoyaki, itu 3 biji takoyaki ditelen sekaligus deh…

Sore menjelang malam, panggung utama menjadi daya tarik utama. Komunitas Albatross Force dari Jogja mengisi acara dengan membawakan cabaret perform. Konsep ceritanya unik, tiap karakter digambarkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, terlihat dari aksen nada bicaranya.

Pengisi acara dari Jogja tidak habis disitu aja, masih ada Albeats yang mengcover dance AKB48 dan debut perdana dari dance cover Hey Say Jump yang bernama GAMBURISU. Kedua grup dance cover itu langsung menarik seluruh perhatian pengunjung di Balairung. Satu hal yang perlu dicatat adalah perform-perform tersebut merupakan pengalaman pertama Albatross Force Jogja tampil di kota Semarang secara full-team.

Menjelang diakhirinya event JIFUKU ini, para peserta costreet yang masih setia mengenakan kostumnya dari sore hingga malam ini dipersilahkan untuk maju, terdapat ±30 peserta. Ryan dan Dharma menjadi juri dalam pemilihan para pemenang. Setelah diperoleh para pemenangnya, event ditutup dengan jajaran guest star band, seperti The Lemonade, The MonkeyCircus dan yg pasti, ada Giga of Spirit .

Harapan saya, semoga event ini masih ada lagi ditahun depan, semoga mendapat pengalaman yang berharga dengan segala kekurangan pada event ini. Soalnya event ini potensial banget, venuenya, pengisi acaranya. Konsep memang sudah banyak yang coba, namun kalo kemasan beda dan lebih menarik, pasti banyak yang cari. Thanks buat seluruh panitia penyelenggara event Japan Indonesia Fusion Kultur – JIFUKU ada mas Ibnu Ardianto yg nganterin saya pulang, Shane, Iza & Megu, sebenernya ada 1 lagi anak dekor, tp lupa kau namanya, yang pasti seluruh panitia, thanks buat Om Martin dan Tante Nao atas tumpangan bermalamnya, thanks buat Awal Kaz yg nemenin selama di Jateng. Banyak banget temen-temen lama yg ketemu, Mbak Mita & Nadia thanks sarannya buat mengembalikan cakra, ada Tora,dkk yg udah lama juga ga ketemu. And I glad to met ReyraReiiru :’> Congrats buat para pemenang, semoga menjadi motivasi untuk lebih baik kedepannya. Semoga ada kesempatan lagi buat main kesana.

Baca Selanjutnya, klik di >> Dharma menggaet crossdresser “cantik”, penonton menjerit “Tidaak, mataku!”.

Leave Comments

comments

Leave a Reply