Liputan Kegiatan Solidaritas untuk korban Gunung Kelud

Indonesia merupakan salah satu kawasan yang dilintasi Cincin Api Pasifik, nah masih ingatkah kalian tentang pelajaran Geografi disekolah? Aku dulu ingat sih, tapi ingat pas pelajaran ini malah pergi ke kantin hehe… jangan ditiru yaa. Oke kita mulai sedikit pembahasannya. Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire merupakan barisan pegunungan berapi aktif, tentu saja berdampak cukup mematikan bagi manusia yang hidup disektiar gunung berapi tersebut.

Beberapa hari lalu, kita tahu semua bahwa salah satu gunung berapi aktif yang berada di Provinsi Jawa Timur, yaitu tepatnya Gunung Kelud mengalami siklus erupsi yang mengakibatkan ribuan warga mengungsi dan belasan ribu rumah rusak. Apalagi rumah saya :”) penuh pasir atapnya.
.

.

Kejadian ini menggerakkan solidaritas antar sesama penggemar anime dan cosplay di kota Kediri,Jatim, yang juga salah satu kota yg cukup parah dilanda hujan pasir saat erupsi Gunung Kelud kemarin.
Sebelumnya memang ada rencana untuk menggalang aksi solidaritas seperti ini oleh salah satu kawan cosplayer di kota Tulungagung,Jatim. Ternyata di Kediri juga berencana melakukan hal yang sama dan akhirnya mereka Komunitas Cosplay(Kediri-Tulungagung), FORMASTA-Surabaya, Anak kos UPI Bandung & CISC Kediri, bersatu untuk menggelar acara Solidaritas untuk korban Erupsi Gunung Kelud ini.
Kelud

Diadakan pada Minggu pagi 23 February 2014, teman-teman yang berasal dari luar kota berangkat satu jam perjalanan sebelum sampai di kota Kediri untuk kemudian berangkat bersama rombongan utama ke Kecamatan Ngancar radius 8KM dari puncak Gunung Kelud. Pada saat terjadinya erupsi Gunung Kelud, radius 10KM dari puncak merupakan daerah yang dilarang dimasuki oleh warga, namun sekarang status Gunung Kelud diturunkan 1 level menjadi SIAGA(Level III) sejak 20 February 2014 oleh pemerintah, “masyarakat di sekitar G. Kelud dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak G. Kelud dalam radius 5 km dari kawah aktif.” Tim solidaritas ini rencananya akan membagi-bagikan sembako yang sudah dipaketkan sebelumnya untuk salah satu RT di Desa Sidomukti, Kecamatan Ngancar. Warga daerah sini memang sebelumnya mengungsi karena radius bahaya ditingkatkan seluas 10KM pada saat letusan gunung kelud. Baru kemudian 2 hari kemudian mereka kembali kerumah masing-masing. Hasil komoditi dari warga disini antaralain adalah Perkebunan buah Nanas, Durian, kopi, tomat, jagung sampai Tembakau, namun sayang banyak yang layu karena tertimbun pasir yang hawanya panas itu, banyak orang bilang bahwa abu vulkanik bisa menyuburkan tanah, itu benar tapi dalam waktu minimal 5tahun kedepan baru terasa efeknya.
.

.

.

.

.

.
.

.

.

.

.

.

Salah satu warga berkata, memang sebelumnya ada yang menjanjikan bantuan untuk renovasi rumah, tapi jikalau menunggu bantuan pasti akan lama sekali, jadi warga disini berinisiatif untuk segera merenovasi rumahnya sendiri. Kegiatan berlangsung selama 3 jam yang akhirnya diakhiri pukul 11 siang waktu setempat.

.

.

.

.

Syukurlah beberapa hari belakangan ini hujan sempat mengguyur dibeberapa daerah sehingga mengurangi intensitas debu yang berterbangan di jalanan. Debu yang diakibatkan oleh abu vulkanik serta pasir dari erupsi Gunung Kelud bisa membahayakan pengendara dijalan karena mengganggu penglihatan dan jarak pandang yg terbatas, di beberapa sudut kota juga terlihat mobil Pemadam Kebakaran mengguyur air untuk mengurangi debu dijalanan, terdapat himbauan dari pihak kepolisian untuk selalu menyalakan lampu kendaraan untuk keselamatan.
.

.

.

Semoga bantuan yang tak seberapa ini bermanfaat bagi para warga sekitar dan semakin membuat komunitas-komunitas yang menyelenggarakan tetap solid. #PrayforKelud

.

Leave Comments

comments

Leave a Reply