Ayo ke Pantai Payangan!!

Payangan Beach? Ya siput mau bahas liburan siput yang cuma sehari di tanggal 1 Februari 2014 kemarin. Semuanya masih liburan kan?? Hehehe

Jujur siput rasa-rasanya gagal jadi warga Jember yang baik. Buktinya ratusan bahkan ribuan tahun pantai itu ada di Jember. Kenapa baru kemarin aku datangi?? Sudih banget

Ya mungkin kalian yang pernah ke Jember pasti tahunya kebanyakan tentang Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) sama Watu Ulo saja kan? Iya kan?

Hahaha, masalahnya siput juga #plak. Pesisir pantai selatan Jember dulu setahu siput ya cuma Pantai Watu Ulo sama Papuma. Tapi kemarin ini beda. Siput dan teman – teman siput berkunjung ke Pantai Payangan.

Arti dari Payangan itu apa, aku kurang tahu. Soalnya nggak sempat tanya sama penduduk lokal. Tapi pastinya namanya mengandung arti mistis. Mungkin sama seperti pantai saudaranya, si Pantai Watu Ulo.

Kata orang Tanjung Papuma, di ‘Situ Inggilnya’, kita bisa lihat sunrise-nya yang terkenal. Nah, kalau di Payangan, yang terkenal itu lihat sunset dari balik celah – celah bukit tebingnya yang menurut siput keren banget. Jadi bawalah kamera untuk mengabadikan objek di sana.

Jadi ceritanya, siput pergi ke sana sama teman – teman SMA siput. Dulu pernah janjian untuk pergi kalau sudah liburan dan jadilah kami semua ke sana. Awalnya kami cuma merencanakan di Papuma saja tapi ada teman yang berhalangan hadir menyarankan untuk ke Payangan. Karena kebanyakan dari kami belum pernah ke sana, jadinya kami putuskan hari itu juga ke Pantai Payangan. Rombongan naik sepeda motor beriringan di jalanan aspal dengan senangnya. Setidaknya kami berharap hari ini dari awal hingga akhir tetap senang.

HOW DO WE GET THERE?

Pantai ini terletak 35km ke arah selatan dari pusat kota Jember. Ditempuh menggunakan jalur darat. Bisa naik mobil atau sepeda motor. Rute yang diambil hampir sama dengan ke Pantai Watu Ulo. Tapi kalau kamu sudah sampai di pertigaan penunjuk jalan Pantai Watu Ulo yang menunjuk ke sebelah kanan. Kamu cukup jalan lurus saja.

Soalnya kita yang nggak ada yang tahu soal pantai itu sudah tanya 2 kali.

“Permisi kalau ke Pantai Payangan di mana ya?”

“Lurus aja dek.”

Sudah dekat palang Watu Ulo,  kita masih bingung dan tetap mendapat jawaban, ”Lurus aja dek.”

Ya sudahlah, Pokoknya hingga kamu menemukan jalanan teduh berhiaskan pasir hitam dan area parkir di sebelah kanan. Kamu bisa dikatakan sudah sampai dengan selamat di Pantai Payangan.

Untuk tiket masuk, nggak ada. Dijamin gratis hingga saat ini. Cuma, kamu hanya perlu merogoh kocek sekitar 3k sampai 10k untuk parkir kendaraan. Setelahnya terserah. Mau kamu meluncur, lompat – lompat ke pantainya tidak ada masalah.

Siput ingatkan kembali. Kalau mau ke mana – mana jangan sendirian ya! wkwkw

 Coba lihat,  gambar di atas, sangat menyedihkan bukan? dibantai sama orangnya

Berhubung banyak orang yang masih asing akan Pantai Payangan, jadi kelihatannya masih sepi dan nggak banyak orang pacaran berlalu lalang. Kurang lebih kayak private beach.

Tapi tenang, di sana masih ada penduduk lokal yang berjualan makanan dan minuman ringan. Jadi masih ada penduduk lokal yang masih peduli sama kamu kalau kamu kena serangan lapar mendadak.

Memang awalnya kelihatannya biasa saja pantainya. Bahkan siput bisa memberikan rating 6 points out of 10 point. Kenapa? Karena memang biasa saja dilihat sepintas.

Tapi. . …

Bukit tebingnya yang nggak bikin biasa. Bagus banget malah. Desiran pasir hitam terdengar cukup keras bila melihat buih – buih sudah mencapai bibir pantai. Pecah karena menabrak tebing karang dan siput berasa keren di sana. Soalnya waktu lihat batunya, Siput ingat di film ‘Wiro Sableng’ kalau bertapa di atas batu itu dengan deburan ombak di belakangnya. Keren mungkin plak

Terus belum lagi lihat bukit di sisi kanannya, siput langsung ingat bukit hijau penuh rumput yang kayak di film Lord Of The Ring. Aneh ya? Hahaha cuma kesan pertama saja sih lihatnya.

Terus jalan ke Timur saja. Sesunggunya banyak pulau tebing yang bisa kamu abadikan dalam potret.

Kalau pasirnya putih mungkin siput mau lari -lari kayak di iklan po**** sw**t sambil joget – joget  “Manatsu No Sounds Good”  XD

**Sisi di balik bukit tebing kedua

**Pantai Payangan kalau dilihati dari Papuma

Bila kamu mengamati dengan seksama di salah satu puncak bukit, kamu bisa menemukan gubuk berdiri tegap. Tetapi permasalahannya, waktu itu, siput dan teman – teman, nyaris memutari bukit 2 kali itu untuk mencari jalan untuk menuju ke atas. Karena kami percaya, kalau pemandangan di atas pasti sangat keren.

Lama mencari, kami pun menyerah dan salut sama 1 pasangan muda – mudi yang berhasil naik ke atas sana. Soalnya jujur, yang siput lihat cuma tebing curam. Siput mikir, itu orang naiknya pakai apa coba ya. .__. Eh, tapi, kalau kamu merasa sanggup untuk ke atas sana, ya tidak ada salahnya kok.

Jadi jangan lupa kalau ke Jember, sempatkanlah untuk singgahi pantai ini ya ^__^

Salam kecup manja dari siput XD

Leave Comments

comments

Leave a Reply