Chie no Yume

Sebenernya postingan ini aku kasih judul, ‘sebuah interview dengan Chie’, tapi karena juga ada sedikit curhat dalam wawancara ini, jadi ‘Chie no Yume’ lebih tepat kayaknya hahaha……

“Raihlah cita-cita sampai ke Negeri Cina”, begitulah bunyi peribahasa yang sering kita dengar agar terus menyemangati kita untuk meraih impian. Chie sebuah nickname seorang mahasiswi Indonesia yang sedang belajar di Jepang. Di Indonesia dia sudah dikenal sebagai seorang fandubber/singer yang bersuara emas.

Yang pernah nonton, tips move on dari temennyakakthomas, pasti sudah ada yang tau dong, yang mana suaranya Chie ini. Yup, dia yang menyanyikan lagu Shinjitsu no Uta dalam video tersebut.

Tanpa basa basi lebih panjang lagi, dan agar kalian juga bisa tahu pengalaman hidup dari Chie, mari kita simak wawancara dengan Chie berikut ini :

E : Eryk [Pewawancara] | C : Chie [Narasumber]

E : Halo, kalo boleh tahu, kamu sekarang sedang sekolah dimana?

C : Shobi Music College (尚美ミュージックカレッジ専門学校), di Tokyo. Sebelahan sama Tokyo Dome 😀

E : Shobi Music College, itu sekolah apaan sih?

C : Well, sesuai namanya itu sekolah musik haha 😀 jurusan nya macem2. ada jurusan vocal, gitar, piano, professional musician, music bussiness, sound system, composing and arrangement, dll. Ada 1 jurusan yang menurut saya agak ‘beda’ yaitu jurusan ‘Seiyuu‘, juga ada disini.

E : Kalo kamu ngambil Jurusan apa? Dan kenapa ngambil Jurusan itu?

C : Saya ambil jurusan Vocal, alasannya karena impian saya adalah menjadi Anisong Singer di Jepang :D, sebenarnya saya juga tertarik untuk jadi composer BGM anime dan game, cuma skill untuk composing masih kurang sepertinya haha :’D

E : Sesuai pengalamanmu, apa aja sih yang dibutuhkan biar bisa sekolah disana? kalo bisa sih sekalian sama tips nyari beasiswanya 😀

C : Sebetulnya ‘kikkake‘ (lupa bahasa indonya apa 😮 ) saya bisa sekolah di Shobi karena saya mendapat beasiswa dari JASSO. Saya mengikuti ujian EJU yang di laksanakan November 2012 dan Juli 2012, kedua tes itu saya lolos dengan nilai baik. 6 orang dengan nilai tertinggi di Indonesia mendapatkan beasiswa dari ujian EJU yang di sponsori JASSO tersebut.

Ujian EJU itu ada dua pilihan, IPA atau IPS, dan ada pilihan bahasa untuk soalnya juga. dalam bahasa inggris atau Japan. saya memilih IPA dalam inggris. dan ada satu subjek lagi yang setahu saya ‘wajib’, subjek tes bahasa Jepang. Sekolah di Jepang itu butuh uang yang pastinya. saya dapat beasiswa dari EJU dalam bentuk uang akomodasi. Dapat 48.000yen perbulan selama 1 tahun. dan bisa lanjut kalau nilai bagus. tapi tetap saja uang sekolah harus di bayar.

Saya juga mengikuti program beasiswa dari sekolah, dan mendapatkan potongan 30%. Saya sekolah di sini tidak seperti murid-murid dari Negara lain biasanya, yang harus masuk sekolah bahasa dulu, karna hasil ujian EJU saya dalam subjek bahasa jepang sudah diatas rata-rata jadi langsung diperbolehkan masuk ke Sekolah Musik.

Kalau ada yang mau beasiswa full mungkin bisa mencoba ‘Monbukagakusho‘ yang di saranakan dari kedutaan Jepang. Saya sebenarnya juga mendaftar monbu (Monbukagakusho,red), tapi tidak lolos :’D. Jika mengambil beasiswa monbu, setahu saya harus sekolah 1 tahun khusus untuk bahasa dulu di jepangnya, baru bisa masuk sekolah yang diinginkan.

E : Begitu datang di Tokyo, dan sekolah disana, kesulitan yang sering dialami apa?

C : Kesulitan nya sih waktu itu pas belum ada handphone Jepang, karena tidak bisa akses internet untuk pakai GPS, karena saya bener-bener buta jalan :’D dan level tersesat-di-jalan saya ituh agak di atas rata-rata, jadi bener-bener penderitaan waktu itu :’D

Tapi kalau untuk sekolahnya yang paling sulit itu saat harus menulis berbagai macam angket dalam kanji ahahaha 😀 saya masih tidak lancar nulis kanji bahkan sampai sekarang, karna di sekolah saya nggak ada buku pelajaran wajib. Semua pakai kertas copy yang isinya partitur musik, menulis kanji hanya diperlukan saat ada angket dan sebagainya.

E : Kalo enaknya sekolah disana?

C : hmm, di sini fasilitasnya lengkap menurut saya. apalagi bagi para murid yang jurusannya berhubungan dengan Instrument Musik. Perlengkapannya lengkap dan di rawat dengan baik, serta ada gedung khusus yang bisa di ‘pinjam‘ murid untuk latihan sendiri atau bersama grup.

E : Apa kehidupanmu sekarang sudah seperti di anime-anime atau manga? Yang bisa sekolah sambil kerja paruh waktu gitu?

C : well, kalau kerja paruh waktunya iya 😀 cuma, yaah gak kayak di anime atau manga gitu juga haha xD banyak tipe2 manusia di sini yang jarang ada di Indonesia. Dan masyarakat di sini rata-rata (tidak semua) agak ‘tertutup’ not in a good way, jadi agak susah komunikasi. Tapi saya bersyukur tempat kerja saya yang baru orang nya ramah2 😀

E : Kalo dirating 1-10 hidup dan bersekolah di Tokyo bakal kamu rating berapa?

C : hmmm mungkin 8. Masyarakat di sini menurut saya tingkat jujur masih di junjung baik, HP atau dompet hilang di kereta aja bisa balik haha :’D

cuma ya, untuk beberapa masyarakat yang gampang tersinggung / marah2, kemudian para stalker :'(
Saran untuk anak perempuan yang mau hidup sendiri di Tokyo, kalau ada orang2 aneh yang ngajak2 jalan/make out etc jangan pura-pura gak tahu dan di diamkan, karna PASTI di kejar terus. sebisa mungkin tolak dengan TEGAS. karna sekali di tolak mereka langsung pergi. <-pengalaman pribadi :'(
oh well, put aside orang2 aneh, di negara manapun pasti ada orang aneh lah yah :’D
di sini juga banyak orang baik kok, terutama ibu2 dan tante2, ramah2 😀 (haha kok jadi curcol)

Begitulah pengalaman Chie demi mengejar mimpinya menjadi seorang penyanyi lagu-lagu Anime. Kalo kamu ingin denger suara nyanyian Chie silahkan kunjungi halaman berikut :

facebook | twitter | soundcloud | youtube

Leave Comments

comments

Leave a Reply